Postingan

PUTAR BALIK TUJUAN PENDIDIKAN: KEBABLASAN ATAU KESASAR?

  “Dalam hidup, kita cuma punya keberanian, kalau keberanian tak punya, maka apa harga hidup kita ini?” *** Setidaknya kalimat itu yang membuat saya memberanikan diri untuk menulis–menuangkan apa yang telah saya amati bertahunan, saya diskusikan berkali-kali, dan saya lihat langsung bentuk dan modelnya. Sehingga muncullah beberapa pemikiran yang mengharuskan saya untuk menuangkan dalam tulisan tak jelas ini. Ada kekhawatiran yang terus menggentayangi saya, ada kebencian dan kemarahan yang membayang. Maka dengan hantu-hantu menyebalkan itu, saya akhirnya mengumpulkan referensi dari berbagai media, entah dunia maya, atau diskusi lainnya yang membuat saya semakin berani untuk mengutarakan kegelisahan saya selama ini. Perihal pendidikan memang tak ada habisnya untuk dijadikan pembahasan. Saya sendiri juga mengambil konsen di dunia pendidikan, baik itu kuliah maupun pekerjaan. Barangkali saya dapat berdiskusi atau sekadar bertukar pikiran dengan teman-teman pelajar yang pemikirann...

THE PENTHOUSE SEASON 2: MISTERI KEMATIAN SURYOEN DAN KEMUNGKINAN KISAH DI MASA DEPAN

Gambar
Belakangan ini saya menikmati drama yang sedang menjadi perbincangan banyak orang khususnya netizen Indonesia. Bagaimana tidak, tiap kali saya membuka media sosial, sangat mudah menemukan potongan-potongan adegan dari drama The Penthouse, bahkan tak jarang ada yang membuat forum untuk meng-ghibahkan drama ini. Awalnya saya tak tertarik dengan drama Makjang seperti ini, sebab saya pikir kisahnya hanya seputar perselingkuhan dan kehidupan rumah tangga atau konflik dewasa dengan berbagai ambisi dan intrik  yang kotor. Saya sendiri lebih menyukai drama bergenre action, misteri, fantasi, dan komedi-slice of life. Maka, tentu awalnya sama sekali tak menggubris berbagai berita yang bersliweran di beranda media sosial. Sampai terlalu sering muncul apalagi memiliki rating yang terus naik, membuat saya penasaran, apalagi sejak saya tahu salah satu aktornya adalah aktor yang saya suka - Adek Kim HyunSoo tentu saja. Maka, alasan saya untuk menonton drama ini meningkat dan memutuskan untuk me...

MENIKMATI MALAM VERSI THE NIGHT COME FOR US

Gambar
Sebenarnya sudah lama saya ingin membagikan ulasan ini, hanya saja belum sempat. Maka, dengan segenap rasa plong saya karena telah mendapat ACC dari tesis saya, akhirnya sebagai hiburan, saya dapat menulis ulasan ini. Sebagai pecinta film action saya merasa terpuaskan setelah menonton film garapan Timo Tjahjanto, The Night Come For Us (TNCFU) yang dirilis pada 2018 lalu. Dua tahun berlalu, tidak membuat saya bosan jika sesekali kembali memutar film ini untuk memuaskan dahaga menonton film laga dibalut thriller yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Permainan martial arts tentu yang selalu saya tunggu, apalagi dipimpin oleh Uwais Team dan tentu saja Iko Uwais ikut campur tangan dalam kengerian film ini. Kengerian film dari Netflix   pertama dari Indonesia ini berujung pada festival internasional dan mendapat banyak pujian dari insan perfilman internasional. Terang saja, sebab film ini mampu menyuguhkan adegan sadis dan penuh darah dengan sangat apik dan epic. Beberapa k...

FILM LAWAS INDONESIA YANG MENDUNIA

Gambar
Dunia sinematografi Indonesia belakangan ini semakin menegakkan namanya dalam deretan festival film internasional, seiring dengan semakin tingginya kualitas perfilman Indonesia. The Raid dan The Raid 2, The Night Come For Us, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, hingga jagad superhero pertama, Gundala telah merasakan red carpet di Toronto International Film Festival (TIFF). Ini membuktikan kualitas film Indonesia semakin dilirik warga dunia.   Namun, meningkatnya kualitas perfilman Indonesia bukan hanya baru-baru ini. Berkaitan dengan ini, saya kembali membuka koleksi film nusantara saya dan menemukan beberapa film lawas yang berhasil menyabet penghargaan internasional. Inilah yang lantas membuat saya ingin berbagi tentang film-film lama karya anak bangsa yang diakui dunia.   Berikut deretan film lawas Indonesia yang mendunia.           Tjoet Nja’Dhien (1988) Bicara tentang film ini membuat saya kembali bernostaligia saat saya sed...

Tujuh Rekomendasi Drama Korea untuk Menemani Masa di Rumah Saja

Gambar
Selamat malam, Pembaca. Lama tak menyapa. Saya sapa kali ini karena saya tengah gabut, selain karena saya sudah menjadi kaum 'rumahan' dalam dua bulan ini, saya juga tak bisa ngopi. Maka, daripada saya hanya rebahan tanpa ada kehidupan (diskusi,  atau ketemuan misalnya), saya tulis beberapa hal yang belakangan semakin santer dibicarakan banyak orang termasuk publik figur kita, apalagi kalau bukan "Drama Korea". Iya, beginilah, Pembaca. Selama masa karantina ini, orang-orang (bukan semua) menyibukkan diri dengan nonton Drama Korea. Bicara tentang Drama Korea, saya jadi ingat, rupanya saya sudah jadi "Drakor Lovers" selama 9 tahun, terhitung sejak 2011 lalu saat saya masih duduk di bangku SMK. Awalnya saya juga cukup heran pada teman-teman saya, mengapa mereka menyukai drakor, mengapa mereka lebih menggilai drakor daripada sinetron atau film Indonesia (saat itu). Saya sendiri sejak SD menjadi pecinta Film Harry Potter, Mr. Bean juga. Tak ada sedikit pun ...