Postingan

Perempuan dalam Bingkai Layar

Gambar
Perfilman Indonesia saat ini tengah mengalami kebangkitan yang luar biasa. Banyak film-film karya anak bangsa yang mendapat penghargaan di festival film Internasional di antaranya Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Dear To Me, Laut Memanggilku, Penyalin Cahaya, Yuni, dan Before, Now & Then (Nana). Dari keenam film itu, tiga di antaranya adalah film yang fokus pada isu keperempuanan. Film Yuni karya Kamila Andini, yang dibuat sejak 2016 mampu menyabet penghargaan bergengsi di BIFF ( Busan Internatinal Film Festival) di 2021, menyabet Platform Prize di Toronto International Film Festival 2021, menyabet piala citra kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2021, Best Actreess di Asian World Film Festival 2021 dengan mendapatkan Snow Leopard, menyabet Silver Hanoman di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2021, dan masih banyak lagi penghargaan lainnya. Mengangkat tentang posisi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat yang masih terkungkung stigma dan budaya patriarki kuat,...

"The King Affection" Suarakan Isu Gender yang Mengikat Kebangsawanan

Gambar
Drama Korea yang tayang pada Oktober 2021 yaitu “The King Affection” menjadi salah satu drama yang mengangkat isu gender kuat soal perbedaan perlakuan laki-laki dan perempuan. Sejak awal drama ini membuat saya tertarik dan ingin menontonnya apalagi sejak mengetahui premis yang unik dan berbau feminis tentunya. Untuk itu, akhirnya setelah menyelesaikan selama dua kali putaran menonton “The King Affection” membuat saya harus mereview drama ini.   Apalagi drama ini menduduki 10 besar di peringkat Netflix dunia. Berikut reviewnya.   Sinopsis Diawali dengan kisah sepasang saudara kembar yang lahir sebagai putra dan putri dari putra mahkota Joseon (Korea) tetapi dalam kepercayaan Joseon, seorang putra mahkota tidak boleh lahir sebagai anak kembar apalagi memiliki kembaran seorang perempuan. Raja Joseon yang menjadi kakek kedua bayi kembar itu bersama dengan kakek dari ibunya yaitu Tuan Sangheon memerintahkan untuk membunuh bayi perempuan yang lahir sebagai kembaran putra mahko...

The Penthouse Season 3: Antara Dendam dan Karma

Gambar
  Sejak dimulainya The Penthouse pada 2020 lalu, euphoria drama ini terus bergulir dan semakin banyak diminati. Penonton agaknya mulai banyak yang ter-Penthouse-Penthouse karena alur cerita yang menarik dan menambah tekanan darah serta memacu penonton untuk memahami teori tentang The Penthouse. Berjalan selama 3 season dalam kurun waktu satu tahunterhitung sejak Oktober 2020 hingga September 2021, The Penthouse terus merajai rating di waktu penayangannya. Hal ini terbukti meskipun memiliki alur absurd tetapi penonton Korea cukup menikmati alurnya. Awal kemunculan The Penthouse sepertinya sudah mengandung semiotik atau lambing yang dibuka dengan miniature para tokoh seakan-akan menyerupai dewa-dewi dalam mitologi Yunani. Kode ini rupanya bukan hanya sebagai daya tarik tetapi juga berlanjut di sebagian alur cerita dengan konflik utama antara Joo Dan Tae (Uhm Ki Joon) dengan Shim Su Ryeon (Lee Ji Ah) yang apabila dirunut dengan cocoklogi kisah dewa-dewi Yunani maka tidak jauh berbed...

PUTAR BALIK TUJUAN PENDIDIKAN: KEBABLASAN ATAU KESASAR?

  “Dalam hidup, kita cuma punya keberanian, kalau keberanian tak punya, maka apa harga hidup kita ini?” *** Setidaknya kalimat itu yang membuat saya memberanikan diri untuk menulis–menuangkan apa yang telah saya amati bertahunan, saya diskusikan berkali-kali, dan saya lihat langsung bentuk dan modelnya. Sehingga muncullah beberapa pemikiran yang mengharuskan saya untuk menuangkan dalam tulisan tak jelas ini. Ada kekhawatiran yang terus menggentayangi saya, ada kebencian dan kemarahan yang membayang. Maka dengan hantu-hantu menyebalkan itu, saya akhirnya mengumpulkan referensi dari berbagai media, entah dunia maya, atau diskusi lainnya yang membuat saya semakin berani untuk mengutarakan kegelisahan saya selama ini. Perihal pendidikan memang tak ada habisnya untuk dijadikan pembahasan. Saya sendiri juga mengambil konsen di dunia pendidikan, baik itu kuliah maupun pekerjaan. Barangkali saya dapat berdiskusi atau sekadar bertukar pikiran dengan teman-teman pelajar yang pemikirann...

THE PENTHOUSE SEASON 2: MISTERI KEMATIAN SURYOEN DAN KEMUNGKINAN KISAH DI MASA DEPAN

Gambar
Belakangan ini saya menikmati drama yang sedang menjadi perbincangan banyak orang khususnya netizen Indonesia. Bagaimana tidak, tiap kali saya membuka media sosial, sangat mudah menemukan potongan-potongan adegan dari drama The Penthouse, bahkan tak jarang ada yang membuat forum untuk meng-ghibahkan drama ini. Awalnya saya tak tertarik dengan drama Makjang seperti ini, sebab saya pikir kisahnya hanya seputar perselingkuhan dan kehidupan rumah tangga atau konflik dewasa dengan berbagai ambisi dan intrik  yang kotor. Saya sendiri lebih menyukai drama bergenre action, misteri, fantasi, dan komedi-slice of life. Maka, tentu awalnya sama sekali tak menggubris berbagai berita yang bersliweran di beranda media sosial. Sampai terlalu sering muncul apalagi memiliki rating yang terus naik, membuat saya penasaran, apalagi sejak saya tahu salah satu aktornya adalah aktor yang saya suka - Adek Kim HyunSoo tentu saja. Maka, alasan saya untuk menonton drama ini meningkat dan memutuskan untuk me...

MENIKMATI MALAM VERSI THE NIGHT COME FOR US

Gambar
Sebenarnya sudah lama saya ingin membagikan ulasan ini, hanya saja belum sempat. Maka, dengan segenap rasa plong saya karena telah mendapat ACC dari tesis saya, akhirnya sebagai hiburan, saya dapat menulis ulasan ini. Sebagai pecinta film action saya merasa terpuaskan setelah menonton film garapan Timo Tjahjanto, The Night Come For Us (TNCFU) yang dirilis pada 2018 lalu. Dua tahun berlalu, tidak membuat saya bosan jika sesekali kembali memutar film ini untuk memuaskan dahaga menonton film laga dibalut thriller yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Permainan martial arts tentu yang selalu saya tunggu, apalagi dipimpin oleh Uwais Team dan tentu saja Iko Uwais ikut campur tangan dalam kengerian film ini. Kengerian film dari Netflix   pertama dari Indonesia ini berujung pada festival internasional dan mendapat banyak pujian dari insan perfilman internasional. Terang saja, sebab film ini mampu menyuguhkan adegan sadis dan penuh darah dengan sangat apik dan epic. Beberapa k...