Postingan

MANGKUJIWO: Suguhkan Thriller-Gore-Horror yang Nikmat

Gambar
Judul              : Mangkujiwo Produser         : Raam Punjabi Penulis          : Dirmawan Hatta Pemeran         : Sujiwo Tejo Yasamin Jasem Asmara Abigail Roy Marten Karina Suwandi Djenar Maesa Ayu Samuel Rizal Septian Dwicahyo Tanggal Rilis    : 30 Januari 2020 Film horror Indonesia terus diproduksi sineas berkarakter dan berkelas. Selain karena genre horror merupakan genre yang tak pernah punah di Indonesia, rupanya merupakan genre yang kualitasnya terus meningkat. Berbagai film horror telah tercipta dengan berbagai gaya, salah satunya Mangkujiwo, film yang menggaet aktor   sekelas Sujiwo Tejo, Djenar Maesa Ayu, Karina Suwandi, Roy Marten, Asmara Abigail, Yasamin Jasem, Septian Dwi Cahyo, dan Samuel Rizal. Kumpulan aktor yang sudah malang melintang di du...

Borong Penghargaan Internasional, Berikut Hal-Hal Unik tentang Film Parasite

Gambar
Film Parasite telah menjadi perbincangan di kancah perfilman dunia karena beberapa raihan penghargaan internasional yang bergengsi, bahkan baru saja mendapat penghargaan pamungkas di gelaran Piala Oscar tahun 2020. Awalnya saya sendiri hanya penasaran seperti apa bentuk visual dari film Parasite yang kemudian mebawa saya untuk menonton pada Januari lalu. Karena saya termasuk penikmat drama dan film Korea, maka beberapa aktor dan cara bercerita memang tidak begitu asing. Bahkan plot twist yang khas drama Korea juga menjadi bumbu dalam film ini. Namun, bukan film hebat jika pengemasannya tidak menyenangkan, atau mampu mengola hal yang wajar dan biasa menjadi karya masterpiece yang luar biasa. Film Parasite benar-benar menjadi film yang tahu bagaimana memberikan hasil luar biasa dari ide yang biasa dan sederhana bahkan cenderung mayoritas. Tetapi saya tidak akan membahas bagaimana review dari film ini sebab saya yakin sudah sangat banyak yang membahas hal itu. Saya ha...

Belajar Saling Menyembuhkan Bersama My Mister

Gambar
Saya sedikit menyesal baru menonton serial yang sangat menyenangkan dan “menyembuhkan” seperti serial My Mister yang ditayangkan di tvN, sebuah stasiun tv kabel di Korea Selatan. Serial yang dibintangi oleh Lee Sun-Kyun dan Lee Ji Eun (IU) ini mengangkat tema sosial yang sangat erat dengan kisah sehari-hari. Saya merasa harus menulis ini, review ini harus saya bagikan kepada semua orang agar kita bersama dapat saling menyembuhkan. Awalnya banyak yang kontra dengan dipasangkannya Mbak Ayu (baca : IU) dengan ahjussi (lelaki paruh baya) seperti Lee Sun-Kyun, tetapi setelah melihat inti cerita, menjadi serasa pas dengan semua bintang yang membangun keseruan serial yang tayang pada 2018 ini. Yah, inilah kenapa saya menyebut diri saya sangat menyesal karena terlambat menonton serial luar biasa ini. Awalnya saya sudah tertarik dengan beberapa trailer dan poster yang diposting di beberapa fanpage dan berita tentang Korea.   Tentu saja saya tertarik karena adanya Mbak Ayu se...

NKCTHI, Sebuah Refleksi Bagi Keluarga untuk Saling Mengerti

Gambar
Sudah sejak lama saya menantikan film yang telah digembar gemborkan sejak akhir 2019 lalu. Sebuah film yang menghangatkan dan menyadarkan tentang peran keluarga dalam kehidupan setiap orang. Ya, apa lagi kalau bukan film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”, sebuah film karya sutradara dengan ciri khas memberikan rasa kekeluargaan dalam setiap film-film yang dinahkodai. Angga Dwimas Sasongko. Sutradara muda yang telah banyak menelurkan film-film menakjubkan dengan memberikan rasa pada kalimat yang muncul dari dialog tokoh. Ya,   meskipun memakai kalimat sederhana tetapi memiliki kekuatan rasa dan menghipnotis penonton. Menempatkan Rio Dewanto sebagai Angkasa, Sheila Daisha sebagai Aurora, dan Rachel Amanda sebagai Awan, Angga meracik aktornya dengan amat baik. Rio Dewanto mampu memerankan sosok anak sulung yang menjaga adik-adiknya tetapi memiliki beban yang besar sejak kecil tetap mampu ditahan berkat kesabarannya. Rio memiliki postur dan tampilan brewok tipisnya yang pas...

Hari Jadi Tuban : Antara Bumi Wali dan Nostalgia Sejarah

“Kalau ingin menjadi manusia yang hebat, jangan pernah lupakan sejarah, Lung. Bilung, adikku. Dari sejarah, kita dapat belajar,” *** Begitulah kiranya ungkapan Togog kepada adik angkatnya, Bilung ketika berbicara tentang bagaimana kebaikan selalu dikenang. Hal itu pula yang dilakukan warga Tuban dalam rangka memperingati Hari Jadi Tuban setiap tahunnya yang jatuh pada 12 November. Tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Jadi Tuban karena pada tanggal 12 Kartika 1293, Ranggalawe tekah diangkat sebagai Adipati Tuban oleh Raden Wijaya pendiri Majapahit. Tahun 2019 ini, Tuban baru saja memperingati hari jadi yang ke-726. Gelaran   hari jadi Tuban terus berlanjut hingga akhir Desember depan dengan menyuguhkan pelbagai kegiatan yang cukup padat. Beberapa tahun yang lalu, warga Tuban selalu disuguhi kegiatan yang berkaitan dengan religi sebagaimana jargon Tuban sebagai Bumi Wali yang terus dikumandangkan bak gelindingan bola salju yang kian membesar kemudian mele...

Gu Family Book : Semiotik dan Pesan yang Melingkupinya

Gambar
Part 1 Ada yang terus berputar dalam otak saya. Seperti kekasih yang senantiasa mewarnai hati dan pikiran, saya juga sedang dilanda satu hal yang terus mengisi relung hati dan memori otak saya dengan kepesonaannya. Tapi bukan kekasih tentu saja. Ini tentang karya. Salah satu hasil karya yang membuat saya jatuh cinta, layaknya gadis yang menemukan cinta sejatinya. Tak beda jauh dengan kisah antara saya dengan roman Bumi Manusianya Pram, yang merupakan roman cinta pertama saya. Kali ini lebih pada drama cinta   sejati saya, sebab telah Sembilan kali telah saya katamkan drama seri tersebut. Gu Family Book. Begitu judul yang diputuskan penulis sebagai salah satu drama dari negeri Ginseng yang pesonanya tak memudar. Ya, saya memang penikmat drama Korea. Sejak saya duduk di tingkat Sekolah Menengah Atas hingga saya telah merampungkan pendidikan strata 1, sudah puluhan judul drama yang saya tonton. Tetapi dari sekian puluhan judul itu ada satu yang paling membekas. Paling da...

SURAT UNTUK IBU PERTIWI

Kepada yang Tercinta dan Terkasihani Indonesiaku, Ibu Pertiwi di Tanah Surga Kepada ibuku, Indonesiaku. Maaf telah menjadi sampah bagimu. Di segala sudut tubuhmu, k ami baringkan badan kami. Pada dinding-dinding lusuhmu kami sandarkan kepala kami, Dengan segala kepelikan hidup. Di tanahmu, kami kuburkan anak-anak kami, orangtua kami, dan keluarga kami, ketika tak lagi bermanfaat bagimu Pada pohon dan tanahmu kami bakar hebat–lahap tak tersisa, Hanya untuk realisasikan impian kami menjadi gedung mewah pencakar langit Dalam pelukanmu, kami curahkan nafsu manusia kami. Di sisa harta yang kau milikki, kami gadaikan – kami jual untuk mempertinggi derajat kami Kepada Indonesiaku, yang tulus dengan segala kerendahan hati menerima, dan membiarkan kami tumbuh Maaf telah menyumbat jantungmu hingga kau tak dapat bernafas Maaf telah menghancurkan otakmu , membuatmu tak dapat lagi berpikir jernih, dan kau menjadi setengah gila Gila harta! Gila tahta, gila ...